Proses Perjalanan
Ditengah hangar bingar acara “tahun baruan” yang relative hedonistis, ada sekelompok orang yang memilih menghabiskan waktu liburan tahun baru dengan jalan-jalan ke dataran tinggi dieng (dieng plateu). Seklompok orang itu adalah Gw, Restu Gatel, Urfy, Tuti, Anggi dan Adeknya Urfy.
Rencana perjalanan telah disiapkan jauh – jauh hari. Bohonng deng, yang jelas persiapan seadanya dengan ada pertemuan awalan di PIM. Akibat bertemu di PIM, maka yang jelas bukan pertemuan mengenai perjalanan yang mengambil porsi terbesar.Tapi jalan2, cuci mata, dll.
Pesan penting dari pertemuan tersebut adalah budaya indonesia yang ngaret. Walhasil gw datang pertama deh di PIM, yang lain ada yang baru mandi, bilang udah di jalan (gw yakin dia baru jalan), hehehehe. Ke”ngaretan” ini juga kembali terulang seaktu mau berangkat. Si Anggi telat banget, padahal dia yang ngajak kumpul jam 1, eh dia datang jam 3an.
Pas sampai terminal lebak bulus, bisa yang dijadwalkan jam 4 cabut, tapi malah baru nongol jam 6an. Kita sampe malu dengan Bis Deborah yang udah bolak balik ke Depok tapi terus melihat batang-batang hidung para pemuda ( alias kita), hehehe.
Sewaktu perjalanan (31 Desember 2008) mulai kita sering bercanda dan ngobrol2 gak penting. Hal yang bisa diinget adalah “kebodohan” anggi dengan menunjukkan foto aibnya. Bego lo ah nggi.
Sampai jam 12, tahun baru pun tiba ditengah pematang sawah banyak kembang api yang meroket di angkasa. (gak kalah keren ama yang di JKT). Lalu ada yang nelpon deh (hehehe)!!!.
Sampai Di Dieng
Setelah menelepon pihak hotel, langsung kita bergagas ke Dieng. Selama perjalanan yang sangat menanjak, kita disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Bukit, gunung, kesejukan dan terasering semuanya menjadi sepiring ”gado-gado” ditengah kepuasaan.
Sesampainya di pintu masuk Tempat Wisata Dieng, kita langsung di sambut oleh orang dari hotel bu Jono. Hotel tersebut benar-benar berada di pintu masuk Dieng.
Tempat – Tempat Signifikan
Jika berjalan-jalan ke dieng, hal yang akan dihadapi adalah disana tidak ada angkutan umum yang bisa mengitari seluruh objek wisata. Moda angkutan yang ada adalah Ojek. Perlu diketahui jumlah objek disana sangat banyak mungkin ada belasan. Jarak intraobjek sangat jauh dan medannya cukup sulit.
Capek gw nulisnye, udah liat aja foto yang ada, hehehe. Kapan2 gw kesono lagi deh.hehehe. Oh iya disana dinginnya parah banget.serius gw.!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar